Kamis, 19 Januari 2017

Foto Bersama Perangkat Desa Tanjung Kesuma,
Dosn Pembimbing Lapang dan
Mahasiswa KKN STAIN Jurai Siwo Metro 2017

Kalau mendengar Kalimat  KKN bayangan saya langsung melayang ke tahun 1998 (18 Tahun Lalu). jauh amat..........   Apa karena Saat itu Era Reformasi yang isunya berantas Korupsi Kolusi & Nepotisme?  He he he bukan Ya pada tahun itulah saya melaksankan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di sebuah desa di Kabupaten Tulang Bawang.

Hari ini saya berksempatan mengikuti acara Penerimaan Mahasiswa KKN dari STAIN Jurai Siwo Kota Metro Lampung yang dilksanakan Pemerintah Desa Tanjung Kesuma Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur.

Ada beberapa hal yang menggelitik saya untuk menulis di blog ini. Yang pertama adalah mengenai makna Kuliah Kerja Nyata. Kita tahu bahwa perguruan tinggi memiliki tiga tujuan besar (Tri Dharma Peguruan Tinngi) yaitu Pendidikan,  Penelitian  dan Pengabdian kepada Masyarakat. Pada bagian Pengabdian kepada Masyarakat inilah KKN kegiatan ada dan dilaksanakan.

Kegiatan KKN identik dengan Tinggal dan melaksanakan program kerja di wilayah Desa. Baik itu program kerja umum (menyesuaikan dengan Program yang sudah ada di desa) atau program kerja khusus (berasal dari kampus). Keduanya sama baiknya. Yang penting seauai dengan kondisi masyarakat desa setempat.

Mengenai tahapan kegiatan KKN, bisa dimulai dengan pendataan potensi wilayah Desa dalam berbagi bidang (perekonomian, sosial, kemasyarakatan dan keagamaan). Metode nya pun beragam mulai wawancara langsung dengan perangkat desa, pimpinan organisasi dan lembaga desa atau tokoh masyarakay, tokoh agama dan tokoh pemuda.

Satu hal yang  tidak kalah menarik ketika menyusun Program Kerja KKN adalah penelusuran sejarah atau riwayat di desa sangat perlu dilakukan. Sekalipun waktu kegiatan ini cukup singkat, namun tetap bisa dilakukan.

Sebagai contoh ketika tidak melakukan pemetaan pada sejarah yang baik.. jika mahasiswa memiliki program penamaan jalan desa, sering kali berubah ubah. "Parodinya kalau 3 Tahun ada mahasiswa KKN bisa jadi nama jalan desa kota berubah 3 kali".. he he he contoh Faktual di ruas Jalan Dusun tempat saya tinggal, 20 tahun lalu diberi nama Jl. Mataram oleh mahasiswa KKN Univeraitas ternama di Lampung. Beberapa Tahun kemudian jalan tersebut di beri nama Jl. Damarwulan oleh Mahasiswa KKN dari perguruan tinggi yang berbeda, ganti Tahun ada mahasiswa KKn lagi di beri nama Jl. Broiler. .. (Duh Gusti dosa apa desa kami kok diberi nama usaha peternakan).. memang betul di lokasi dusun kami ada beberapa peternak unggas. Tetapi entah salah menacapkan plang nama jalan atau membuat nama jalan atas inisiatif sendiri....
Saya sempat berandai andai jangan jangan kalau tahun depan ada Mahasiswa KKN lagi ruas jalan wilayah dusun tempat sy tinggal diberi nama Jl. Monyet... he he he 

Untuk mengantisipasi itu saya mencoba mengikuti program Local Guide Google Maps. Tujuannya agar bisa memberikan kontribusi penamaan jalan di Desa. Jika melihat Google Maps maka beberapa ruas jalan di desa sudah memiliki nama dan bisa menjadi pemandu arah. Semoga Aplikasi Google Maps bisa membantu Mahasiswa KKN agar tidak bingung dan tidak perlu lagi mencari referensi nama jalan  di desa.

KKN Mahasiswa STAIN Jurai Siwo Metro 2017

Foto Bersama Perangkat Desa Tanjung Kesuma,
Dosen Pembimbing Lapang dan
Mahasiswa KKN STAIN Jurai Siwo Metro 2017
Kalau mendengar Kalimat  KKN bayangan saya langsung melayang ke tahun 1998 (18 Tahun Lalu). jauh amat..........   Apa karena Saat itu Era Reformasi yang isunya berantas Korupsi Kolusi & Nepotisme?  He he he bukan Ya pada tahun itulah saya melaksankan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di sebuah desa di Kabupaten Tulang Bawang.

Hari ini saya berksempatan mengikuti acara Penerimaan Mahasiswa KKN dari STAIN Jurai Siwo Kota Metro Lampung yang dilksanakan Pemerintah Desa Tanjung Kesuma Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur.

Ada beberapa hal yang menggelitik saya untuk menulis di blog ini. Yang pertama adalah mengenai makna Kuliah Kerja Nyata. Kita tahu bahwa perguruan tinggi memiliki tiga tujuan besar (Tri Dharma Peguruan Tinngi) yaitu Pendidikan,  Penelitian  dan Pengabdian kepada Masyarakat. Pada bagian Pengabdian kepada Masyarakat inilah KKN kegiatan ada dan dilaksanakan.

Kegiatan KKN identik dengan Tinggal dan melaksanakan program kerja di wilayah Desa. Baik itu program kerja umum (menyesuaikan dengan Program yang sudah ada di desa) atau program kerja khusus (berasal dari kampus). Keduanya sama baiknya. Yang penting seauai dengan kondisi masyarakat desa setempat.

Mengenai tahapan kegiatan KKN, bisa dimulai dengan pendataan potensi wilayah Desa dalam berbagi bidang (perekonomian, sosial, kemasyarakatan dan keagamaan). Metode nya pun beragam mulai wawancara langsung dengan perangkat desa, pimpinan organisasi dan lembaga desa atau tokoh masyarakay, tokoh agama dan tokoh pemuda.

Satu hal yang  tidak kalah menarik ketika menyusun Program Kerja KKN adalah penelusuran sejarah atau riwayat di desa sangat perlu dilakukan. Sekalipun waktu kegiatan ini cukup singkat, namun tetap bisa dilakukan.

Sebagai contoh ketika tidak melakukan pemetaan pada sejarah yang baik.. jika mahasiswa memiliki program penamaan jalan desa, sering kali berubah ubah. "Parodinya kalau 3 Tahun ada mahasiswa KKN bisa jadi nama jalan desa kota berubah 3 kali".. he he he contoh Faktual di ruas Jalan Dusun tempat saya tinggal, 20 tahun lalu diberi nama Jl. Mataram oleh mahasiswa KKN Univeraitas ternama di Lampung. Beberapa Tahun kemudian jalan tersebut di beri nama Jl. Damarwulan oleh Mahasiswa KKN dari perguruan tinggi yang berbeda, ganti Tahun ada mahasiswa KKn lagi di beri nama Jl. Broiler. .. (Duh Gusti dosa apa desa kami kok diberi nama usaha peternakan).. memang betul di lokasi dusun kami ada beberapa peternak unggas. Tetapi entah salah menacapkan plang nama jalan atau membuat nama jalan atas inisiatif sendiri....
Saya sempat berandai andai jangan jangan kalau tahun depan ada Mahasiswa KKN lagi ruas jalan wilayah dusun tempat sy tinggal diberi nama Jl. Monyet... he he he 

Untuk mengantisipasi itu saya mencoba mengikuti program Local Guide Google Maps. Tujuannya agar bisa memberikan kontribusi penamaan jalan di Desa. Jika melihat Google Maps maka beberapa ruas jalan di desa sudah memiliki nama dan bisa menjadi pemandu arah. Semoga Aplikasi Google Maps bisa membantu Mahasiswa KKN agar tidak bingung dan tidak perlu lagi mencari referensi nama jalan  di desa.

Selasa, 17 Januari 2017

Panen Padi Gadu Model

Pada musim kemarau Tahun 2016 yang disebut kemarau Basah (Nobember 2016) petani di Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur bisa menanam padi. Sekalipun areal tanaman padi tidak seperti pada musim penghujan namun petani masih bisa menikmati panen padi.






Pada awal tahun 2017 terlihat keragaman umur tanaman padi. Jam ini terjadi karena tidak serempaknya musim tanam.
Kelebihan teknik ini adalah pembagian air irigasi jadi lebih mencukupi. Berbeda dengan pada saat tanam serentak.
Namun disisi lain ancaman hama penyakit tanaman juga ada. Tidak terjadinya pemutusan siklus hidup nama atau penyakit tanaman karena beragamnya unit tanaman.

Kamis, 12 Januari 2017

Mengantisipasi Risiko Cuaca Ekstrim Pemerintah Desa Keluarkan Peringatan Dini

Kondisi Cuaca di Kecamatan Purbolinggo Menjelang
Hujan pada awal Januari 2017.
 (Dokumentasi Desa Tanjung Kesuma)

Pemerintah Desa Tanjung Kesuma Kecamatab Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur mengeluarkan Peringatan Dini terkait kondisi cuaca pada awal Tahun 2017.
Peringatan ini disampaikan dalam rangka menghadapi perubahan cuaca (baik kecepatan Angin dan tingginya curah hujan).
Berikut ini Peringatan Dini yang disampaikan Pemerintah Desa TanjungbKesuma melalui Halaman Resmi Facebook Desa Tanjung Kesuma.

"Mengingat Kondisi Cuaca Saat ini tergolong ekstrim dimana kecepatan angin dan curah hujan tinggi, maka Pemerintah Desa Tanjung Kesuma Menyampaikan Peringatan kepada seluruh masyarakat Desa Tanjung Kesuma dan Atau masyarakat Luar Desa Tanjung Kesuma yang memiliki tanah dan atau properti lain.

Sesuai Peraturan Desa Tanjung Kesuma No. 07 Tahun 2016 Tentang:
Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Keindahan Dan Kesehatan Lingkungan (K5L)
Bagian Kedua
Ketertiban Lingkungan
Pasal 20
Butir Ke 5: Apabila Kanopi (Cabang Ranting) tanaman kayu kayuan sudah menaungi dan atau membahayakan keselamatan warga/ tetangga, maka pemilik tanaman harus melakukan penebangan secara sukarela.

Butir ke 6: Segala Risiko yang timbul akibat  robohnya pepohonan yang mengakibatkan kerugian pada warga masyarakat lain, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemilik pohon.

Demikian peringatan ini Disampaikan untuk ketertiban dan keselamatan seluruh Warga. Terimakasih
Ttd.
Kepala Desa Tanjung Kesuma

Minggu, 01 Januari 2017

Mengisi Hari Pertama Tahun Baru 2017

Banyak cara yang bisa kita lakukan di hari pertama tahun 2017. Kita bisa mngisinya dengan  berlibur bersama keluarga, kerabat atau  teman dekat. Hal ini sangat umum dilakukan.

Mengawali tahun baru juga bisa diisi dengan silaturahmi ke rumah relasi. Kunjungan ini bisa dimanfaatkan untuk bertukar informasi, pengalaman dan berbincang tentang hal-hal baru.

Meskipun bukan pada suasana formal, bincang-bincang rantai bisa dijadikan sarana menemukenali hal hal baru.